Tampilkan postingan dengan label JAS MERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JAS MERAH. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 Mei 2012
Jumat, 24 Februari 2012
Mengenal Jangka Jayabaya (Ramalan Jayabaya)
Sepantasnya kita mengenal sejarah beserta peninggalannya terlepas percaya atau tidak. Karena untuk menggapai masa depan yang cerah di bawah sinar purnama rembulan salah satunya adalah dengan mempelajari sejarah kita agar dapat memperbaiki kesalahan di masa itu.
Sekilas tentang siapa prabu Jayabaya akan saya jelaskan. Maharaja Jayabhaya (Jayabaya/Joyoboyo) adalah Raja Kadiri yang memerintang selama tahun 1135-1157. Dan bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awatanindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa.
Inilah ramalan Jayabaya yang sering disebut juga sebagai Jangka Jayabaya. Dan Jangka Jayabaya digambarkan mampu melihat perjalanan di tanah jawa ini kedepan sejak 1000 tahun yang lalu.
Description: Mengenal Jangka Jayabaya (Ramalan Jayabaya) Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Mengenal Jangka Jayabaya (Ramalan Jayabaya)
Sekilas tentang siapa prabu Jayabaya akan saya jelaskan. Maharaja Jayabhaya (Jayabaya/Joyoboyo) adalah Raja Kadiri yang memerintang selama tahun 1135-1157. Dan bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awatanindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa.
Inilah ramalan Jayabaya yang sering disebut juga sebagai Jangka Jayabaya. Dan Jangka Jayabaya digambarkan mampu melihat perjalanan di tanah jawa ini kedepan sejak 1000 tahun yang lalu.
Sabtu, 17 Desember 2011
Dibalik Bunga Kimilsungia dan Indonesia

Bunga Kimilsungia merupakan bunga nasional Korea Utara.
Bunga Kimilsungia sebenarnya adalah bunga anggrek Dendobrium yang diberikan Sukarno kepada Kim II-Sung ketika berkunjung di Indonesia sebagai tanda persahabatan antar negara.Kala itu bunga ini belum memiliki nama. Lalu Sukarno memberi nama Bunga Kimilsungia walaupun Kim Il-Sung menolak.
Saat itu terjadi ketika Presiden Indonesia Soekarno mengajak Kim Il Sung berjalan-jalan ke Kebun Raya Bogor.
Sebuah taman besar tempat tumbuhnya berbagai jenis tanaman membuat suasana menjadi erat. Lalu Kim Il Sung berhenti sejenak melihat keindahan bunga anggrek asal Makasar yang berjenis "Dendrodium".
Melihat itu, Sukarno langsung memberikan bunga yang sedang mekar itu kepada Kim Il Sung sebagai hadiah.
Kata Kimilsungia sendiri sesungguhnya berasal dari perpaduan antara kata Kim Il-Sung dan Indonesia. Nama Kimilsungia yang lain ialah Kimjongilia, Putra dari Kim Il-Sung.
Bunga Kimilsungia varietas sebenarnya hanya ada 3 kuntum bunga per tangkai. Namun bunga pemberian Sukarno ini dikembangkan varietasnya oleh Korea Utara hingga menjadi 7 kuntum per tangkai.
Untuk mengenang hubungan baik antar kedua negara, bunga ini dijadikan bunga nasional oleh Korea Utara. Dan selalu diadakan Festival bunga Kimilsungia per tahunnya. Pemerintah Korea Utara pada 1999, untuk pertama kalinya, menggelar “Festival Bunga Kimilsungia”.
Festival itu juga sebagai penghormatan bangsa Korea Utara kepada mendiang Kim Il Sung, presiden yang sangat dicintai rakyatnya.
Sukarno punya cara tersendiri untuk menjalin persahabatan kala itu. Cara yang akan membuat mereka mengenal Indonesia. Kita pun demikian, untuk meneruskan perjuangan di jalan kita masing-masing. Kita tidak ingin Indonesia hanya dikenangl namun juga dikenang kini dan seterusnya. Buatlah kita bangga memiliki Indonesia dan buat Indonesia bangga akan diri kita semua.
Inilah "Deplomasi Bunga" ala Sukarno yang akan dikenang Korea Utara dan Indonesia.
JAS MERAH INDONESIA !!!!
Chairi Anwar Si Penyair Legendaris

Siapa yang tak kenal Chairil Anwar ?
Tentu nama Chairil Anwar sudah tak asing lagi di telinga. Namun bila anda belum tahu tentang Chairil Anwar, coba baca artikel berikut ini.
Chairl Anwar adalah seorang penyair legendaris yang mempelopori puisi modern di Indonesia. Puisinya memang hidup dan sanggup menyentuh hati yang mendengarnya.
Ia lahir di Medan, 26 Juli 1922. Sejak kecil ia terkenal dengan semangatnya. Semangat pantang untuk dikalahkan. Keinginan dan hasratnyalah yang membuatnya meluap-luap, semangat tinggi dan menyala-nyala.
Beberapa puisinya sanggup menjadi ilham dan pendongkrak semangat di masanya. Bait demi bait dan kata demi kata yang ada pada puisinya terangkai dengan indah dan sanggup menggetarkan hati. Semangat dari Chairil Anwar di tuliskan ke dalam syair-syairnya, hingga tulisan itu menjadi hidup dan penuh arti.
Langganan:
Komentar (Atom)